Surakarta – Sebagai bentuk evaluasi pembelajaran pada akhir Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026, Rutan Kelas I Surakarta bekerjasama dengan UPTD Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Surakarta menyelenggarakan Ujian Akhir Semester (UAS) bagi 16 warga binaan peserta program pendidikan kesetaraan, Selasa (23/06). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut digelar di Aula Laras Jiwo dan mendapat pendampingan langsung dari petugas Rutan Surakarta serta pegawai UPTD Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Surakarta.
Pada hari pertama pelaksanaan ujian, para peserta mengikuti mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Selanjutnya, pada hari kedua peserta menjalani ujian untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Matematika. Seluruh rangkaian ujian berlangsung tertib, lancar, dan penuh kesungguhan dari para warga binaan yang mengikuti program pendidikan kesetaraan tersebut.
Pelaksanaan ujian turut dipantau langsung oleh Plt. Kepala UPTD SKB Surakarta, Sri Suwarni, yang hadir didampingi Kepala Subseksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan, Adhi Endratmoko. Kehadiran kedua pihak tersebut merupakan bentuk sinergi dan komitmen bersama dalam memastikan proses pendidikan bagi warga binaan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Suwarni memberikan apresiasi atas semangat belajar yang ditunjukkan para peserta didik di lingkungan Rutan Surakarta. Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang harus tetap diberikan tanpa memandang kondisi dan latar belakang, sehingga diharapkan mampu menjadi bekal positif bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan Ujian Akhir Semester program Kejar Paket ini merupakan salah satu upaya Rutan Surakarta dalam mengukur pencapaian kompetensi peserta didik terhadap seluruh materi pembelajaran yang telah diberikan selama satu semester. Melalui program pendidikan yang berkelanjutan, Rutan Surakarta terus berkomitmen mewujudkan pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan menuju pribadi yang lebih baik, produktif, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat.
(Red)













