Komisi Nasional Disabilitas Dorong Dukungan Lebih Besar untuk Sepak Bola Amputasi Indonesia

Bogor – Kompetisi Nasional PSAI Cup V 2026 resmi ditutup pada Minggu (26/7/2026) di Stadion Mini Persikabo, Cibinong, Kabupaten Bogor. Turnamen yang berlangsung sejak 24 hingga 26 Juli 2026 ini mengusung tema “Beyond the Goal”, yang mencerminkan semangat bahwa sepak bola amputasi bukan sekadar mengejar kemenangan di lapangan, tetapi juga menjadi sarana membangun kepercayaan diri, menghapus stigma terhadap penyandang disabilitas, serta melahirkan atlet-atlet berprestasi bagi Indonesia.

Ketua Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI) Kabupaten Bogor, Budi Santoso, mengatakan penyelenggaraan PSAI Cup V merupakan bagian dari program tahunan yang kini dikemas sebagai kompetisi nasional.

“Awalnya kegiatan ini merupakan program Kemenpora. Kini telah berkembang menjadi Kompetisi Nasional PSAI Indonesia Cup yang memasuki penyelenggaraan ke-5,” ujarnya usai penutupan kompetisi.

Menurut Budi, turnamen tahun ini diikuti tujuh klub dari berbagai daerah, yakni Persas Surabaya, Persawangi Banyuwangi, Persam Madura, Persama Malang, Persaid Jember, Persaj Jakarta, serta Persakabo Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah.

Ia menjelaskan, perubahan format pertandingan menjadi sistem gugur dilakukan untuk menyesuaikan efektivitas waktu pelaksanaan serta kebutuhan akomodasi seluruh peserta.

Lebih dari sekadar mencari juara, kompetisi ini memiliki tujuan strategis sebagai sarana pembinaan atlet dan regenerasi pemain nasional.

“Target utama kami adalah menjaring bibit-bibit potensial dari daerah untuk dipersiapkan menjadi pemain Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia. Regenerasi harus terus berjalan agar prestasi Indonesia tetap terjaga di level internasional,” jelasnya.

Budi juga mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia telah memiliki posisi yang cukup membanggakan dalam sepak bola amputasi dunia. Bahkan, Tim Nasional Indonesia telah masuk jajaran 20 besar dunia sehingga pembinaan atlet di daerah menjadi sangat penting.

Meski demikian, perkembangan klub sepak bola amputasi di Indonesia masih terbatas. Di Jawa Barat, misalnya, baru Kabupaten Bogor yang memiliki klub resmi.

Sementara itu, Anggota Komisi Nasional Disabilitas (KND), Fatimah Asri Mutmainah, mengapresiasi penyelenggaraan PSAI Cup V yang mengusung semangat “Beyond the Goal”. Menurutnya, tema tersebut sejalan dengan misi membuktikan bahwa penyandang disabilitas mampu berprestasi dan memberikan inspirasi melalui olahraga.

“Prestasi sepak bola amputasi Indonesia bahkan pernah tampil di Piala Dunia 2022. Ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi,” katanya.

Fatimah menilai olahraga ini layak memperoleh perhatian yang lebih besar dari pemerintah maupun masyarakat. Ia menyayangkan masih minimnya jumlah penonton yang hadir pada kompetisi nasional tersebut, meski kualitas pertandingan sangat baik.

“Kegiatan seperti ini seharusnya lebih dikenal masyarakat dan mendapatkan dukungan yang lebih besar, baik dari pemerintah maupun para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Ia juga berharap semakin banyak daerah membentuk klub sepak bola amputasi agar kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan bakat semakin luas.

Menurut Fatimah, tantangan terbesar saat ini adalah penguatan dukungan anggaran, pembinaan organisasi, serta koordinasi antar pemangku kepentingan agar olahraga sepak bola amputasi berkembang lebih pesat.

Komisi Nasional Disabilitas, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan yang lebih maksimal pada penyelenggaraan PSAI Cup VI mendatang.

“Ke depan kami berharap dapat dilibatkan sejak awal agar Komisi Nasional Disabilitas bisa memberikan dukungan yang lebih optimal,” ungkapnya.

PSAI Cup V 2026 menjadi pembuktian semangat “Beyond the Goal” bukan sekadar slogan. Di balik persaingan memperebutkan gelar juara, kompetisi ini membawa misi yang lebih besar, yakni membangun ekosistem olahraga yang inklusif, melahirkan atlet-atlet berprestasi, serta membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *