Rutan Surakarta Gaungkan Transformasi Pemasyarakatan Lewat KOMINPOD #50: Seni dan Budaya Jadi Kunci Perubahan Warga Binaan

Surakarta – Rutan Kelas I Surakarta turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan KOMINPOD Episode #50 yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kota Surakarta dengan mengusung tema “Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat: Perubahan Perilaku Melalui Stimulan Seni dan Budaya kepada Warga Binaan Pemasyarakatan.”, Jumat (24/07). Pada kesempatan tersebut, Kepala Rutan Surakarta hadir secara langsung untuk berbagi gagasan mengenai transformasi sistem pemasyarakatan yang kini tidak lagi berorientasi pada penghukuman semata, melainkan pada pembinaan yang humanis, rehabilitatif, dan mampu mengembalikan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat.

Dalam dialog yang berlangsung interaktif, Kepala Rutan Surakarta memaparkan berbagai tantangan pemasyarakatan masa kini, mulai dari kondisi overkapasitas, pembinaan yang harus tetap optimal, hingga pentingnya membangun perubahan perilaku warga binaan secara berkelanjutan. Selain itu, dijelaskan pula beragam program pembinaan yang telah berjalan di Rutan Surakarta, baik pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian yang dirancang untuk membekali warga binaan dengan nilai-nilai positif, keterampilan, serta kesiapan untuk kembali menjalankan fungsi sosialnya setelah bebas.

Salah satu materi utama yang diperkenalkan dalam KOMINPOD kali ini adalah program unggulan PRABU (Program Revitalisasi Akhlak Melalui Budaya dan Ungkapan Seni). Program tersebut mengintegrasikan seni dan budaya sebagai media pembinaan yang diyakini mampu menyentuh aspek emosional, moral, dan karakter warga binaan. Melalui berbagai aktivitas kesenian, pelestarian budaya, hingga penguatan nilai-nilai lokal, PRABU diharapkan mampu menjadi model pembinaan yang tidak hanya memberikan perubahan perilaku positif bagi warga binaan, tetapi juga menginspirasi instansi lain serta meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa pemasyarakatan memiliki peran nyata dalam membentuk sumber daya manusia yang lebih berkualitas.

Kepala Rutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam KOMINPOD menjadi momentum penting untuk membuka ruang komunikasi dengan masyarakat mengenai wajah baru pemasyarakatan. “Kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa di balik tembok rutan terdapat berbagai upaya pembinaan yang dilakukan secara sungguh-sungguh. Seni dan budaya kami jadikan sebagai stimulan perubahan perilaku karena memiliki kekuatan untuk membangun kesadaran, menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, serta membentuk karakter warga binaan agar siap kembali diterima di tengah masyarakat. Harapannya, pendekatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan, tetapi juga mampu menginspirasi berbagai pihak untuk bersama-sama mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang benar-benar PASTI bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kepala Rutan Surakarta.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *